Di Kantor Baru, Pengurus MWCNU Gapura Resmi Dilantik

Gapura, Nura Online – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gapura resmi dilantik dalam acara yang berlangsung khidmat di kantor baru MWCNU Gapura, dusun Pajagalan, Desa Gapura Barat, Kecamatan Gapura, Kamis (13/8/2026) malam. Kantor tersebut menempati bangunan bekas Swalayan BG Mart.

Pelantikan diikuti jajaran pengurus, lembaga dan badan otonom (Banom) MWCNU Gapura, PRNU se-Kecamatan Gapura beserta Banomnya, MWCNU Timur Daya, Forkopimcam Gapura, serta sejumlah tamu undangan. Hadir pula Dr. KH. Misbahus Salam, M.Pd.I Pengurus LAZISNU PBNU, sebagai orator utama.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 19.40 WIB dengan pembacaan tawassul oleh KH. Damsit Kafrawi, Musytasyar MWCNU Gapura, dilanjutkan pembacaan Surah Yasin oleh KH. A. Basyir, Wakil Rais MWCNU Gapura. Acara kemudian diisi lantunan ayat suci Al-Qur’an dan Shalawat Bil Qiyam yang dipimpin Ust. Rasyidi Asmuni, sebelum dilanjutkan dengan menyanyikan Indonesia Raya dan Mars Syubbanul Wathan.

Prosesi pelantikan dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi pertama melantik jajaran pengurus harian Syuriah dan Tanfidziyah, dipimpin Dr. Damanhuri, Sekretaris PCNU Sumenep. Pembacaan baiat dipimpin KH. Wasil Hasyim, Rais PCNU Sumenep. Prosesi ditandai dengan penyerahan tongkat kepada Rais MWCNU Gapura, KH. Hadiri Bisri, S.Pd., serta pengalungan tasbih kepada Ketua MWCNU Gapura, Drs. KH. Moh. Alwi, oleh Ketua PCNU Sumenep, KH. MD. Widadi Rahim.

Sesi kedua merupakan pelantikan seluruh lembaga di lingkungan MWCNU Gapura. Prosesi dipimpin H. Khofifi Ariyanto, Sekretaris MWCNU Gapura, dengan pembacaan baiat oleh KH. A. Mursyidul Umam, Wakil Rais MWCNU Gapura.

Usai pelantikan, Ketua MWCNU Gapura, Drs. KH. Moh. Alwi, menyampaikan bahwa MWCNU Gapura menjadi satu-satunya MWCNU yang menjalani prosesi baiat sebanyak dua kali. Sebelumnya, pengurus telah dibaiat oleh KHR. Azim Ibnrahimy di Graha Nuansa Umat.

“Satu-satunya MWCNU yang dibaiat dua kali adalah MWCNU Gapura. Ini menandakan bahwa tantangan kepengurusan periode ini akan semakin berat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh jamaah, Banom, dan PRNU se-Kecamatan Gapura atas dukungan terhadap pelantikan tersebut. Ia berharap para masyaikh dan seluruh elemen masyarakat terus memberikan doa serta dukungan terhadap program MWCNU Gapura selama lima tahun ke depan.

Sementara itu, Ketua PCNU Sumenep, KH. MD. Widadi Rahim, menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar pengesahan kepengurusan, tetapi merupakan ikrar dan janji bersama kepada Allah dan Rasulullah.

Ia juga mengingatkan bahwa NU telah memasuki abad kedua sehingga membutuhkan transformasi dan kolaborasi yang lebih luas.

“Kita NU ini sudah masuk pada abad kedua, dan sudah saatnya bertransformasi,” katanya.

Menurutnya, kolaborasi perlu dibangun tidak hanya di internal NU, tetapi juga dengan Forkopimcam, kepala desa, dan berbagai pemangku kepentingan agar kerja organisasi memberikan kemaslahatan yang nyata bagi masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. KH. Misbahus Salam, M.Pd.I dari LAZISNU PBNU mendorong penguatan LAZISNU sebagai bagian dari kemandirian organisasi. Ia mencontohkan pengelolaan LAZISNU di sejumlah daerah yang mampu menghimpun dana hingga Rp1,2 miliar per bulan.

“Saya sudah menyampaikan kepada Ketua PCNU supaya LAZISNU-nya diaktifkan. Kalau LAZISNU-nya jalan, program lain insyaallah jalan,” ujarnya.

Acara ditutup dengan doa yang dipimpin Drs. KH. Arifin, Ketua MUI Gapura. Pelantikan tersebut diharapkan menjadi momentum bagi MWCNU Gapura untuk memperkuat khidmah, konsolidasi organisasi, dan kolaborasi dalam menghadapi tantangan NU di abad kedua.

Pewarta : Kholil

Editor : Ulil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *