Rais MWCNU Gapura Tekankan Penguatan Keilmuan Kader IPNU-IPPNU
Gapura, Nura Online – Rais Syuriah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gapura, KH. A. Chadiri Bisri, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Majlis Pelajar dan Refleksi Menyambut Hari Santri 2026 yang diselenggarakan oleh PAC IPNU-IPPNU Gapura pada Sabtu (10/10/2026). Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, kegiatan ini berlangsung pukul 14.00–16.00 WIB di kediaman…
Di Acara Bahtsul, Matangkan Persiapan Hari Santri 2026
Gapura, Nura Online – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gapura menggelar kegiatan Bahtsul Masail dan Konsolidasi Perkumpulan pada Jumat (9/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di kediaman Rais Syuriah PRNU Braji, KH. Samioddin, ini menjadi sarana penguatan organisasi sekaligus pemantapan persiapan peringatan Hari Santri Nasional 2026. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Pengurus MWCNU Gapura, baik Syuriyah…
Menuju Hari Santri 2026, MWCNU Gapura Gelar Rapat
Gapura Barat – Nura Online, 26 September 2026 (26/09/2026) Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gapura melaksanakan Rapat dengan melibatkan Pengurus Harian Syuriah-Tanfidziyah dan Ketua Banom di lingkungan MWCNU Gapura. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka konsolidasi organisasi serta menyambut peringatan hari santri nasional 22 Oktober mendatang, Rapat berlangsung di Depan Kantor MWCNU Gapura dengan dipimpin…
CARA PEMIMPIN MELIHAT, MEMBENTUK CARA ORANG MENGIKUTI
(Baṣīrah, Basyīr, dan Bisyārah sebagai Jalan dari Kepekaan Batin menuju Followership) Oleh : Fawaid Zaini Ada pemimpin yang membuat orang takut ketika dipanggil. Ada pula pemimpin yang membuat orang senang ketika berjumpa. Perbedaannya kadang bukan pada jabatan, kecerdasan, atau kekuasaan yang dimiliki. Bahkan bisa jadi keduanya sama-sama tegas dan sama-sama memiliki target yang tinggi. Perbedaannya…
“BHERKAT” MAKIN BESAR, KEAKRABAN MAKIN KECIL
Membaca perubahan tradisi Maulid masyarakat Madura di tengah budaya serba praktis Oleh : Fawaid Zaini (Ketua Lakpesdam MWCNU Gapura) Ada yang bergeser dalam cara sebagian masyarakat Madura merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, dan pergeserannya begitu halus sampai-sampai jarang ada yang menganggapnya penting untuk dibicarakan. Dulu, orang yang datang menghadiri Maulid biasanya pulang membawa bherkat: nasi…

