Di Bahsul Masail, Rois MWCNU Gapura Baca Qonun Asasi NU

Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gapura kembali menggelar agenda rutin Konsolidasi Perkumpulan dan Bahtsul Masa’il pada Jumat, 10 Juli 2026. Kegiatan yang mempertemukan seluruh elemen pengurus dari unsur Syuriyah, Tanfidziyah, lembaga, dan badan otonom (Banom) di lingkungan MWCNU Gapura, hingga PRNU se-kecamatan Gapura. Kegiatan ini ditempatkan di Ndalem Ustadz Allama, Ketua Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Panagan.

Acara yang berlangsung khidmat tersebut dipandu langsung oleh Katib MWCNU Gapura, K. Matrawi. Momentum sakral ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rois KH. Ahmad Basyir, dilanjut dengan pembacaan tahlil oleh KH. Bakri Rois Rois PRNU Panagan dan dilanjutkan dengan pengarahan utama dari Rois MWCNU Gapura, KH. Chadiri Bisri, S.Pd.

Dalam penyampaiannya, KH. Chadiri Bisri menekankan pentingnya fokus internal dalam membesarkan organisasi, menyitir pesan mendasar dari Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).

“Daddhi lerres akadhie se ekadhabu Gus Yahya, mari kita jangan hanya sibuk membandingkan organisasi kita dengan organisasi lain, tapi pikirkan bagaimana organisasi kita ini,” ujar KH. Chadiri Bisri dalam bahasa Madura yang lugas.

Beliau menambahkan bahwa wujud nyata dari memikirkan organisasi adalah merawat keistiqamahan berkhidmah, salah satunya dengan selalu meluangkan waktu hadir dalam pertemuan bulanan. Ada yang berbeda pada konsolidasi kali ini. KH. Chadiri Bisri menyajikan pembaharuan dalam sambutannya dengan membacakan kitab Qanun Asasi Nahdlatul Ulama.

“Jhughan kaule bhakal maos Qanun Asasi Nahdlatul Ulama najjan dubharis otaba tello bharis, kakdinto aropaaghi pedoman dari Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari (Saya juga akan membacakan Qanun Asasi Nahdlatul Ulama meskipun hanya dua atau tiga baris, karena ini merupakan pedoman langsung dari Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari),” tuturnya.

Sebelum forum memasuki sesi pembagian komisi, Ketua MWCNU Gapura, KH. Moh. Alwi menyampaikan dua maklumat krusial kepada seluruh kader dan pengurus yang hadir. Merujuk instruksi langsung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), seluruh warga Nahdliyin diminta mempertebal riyadlah (olah spiritual) dan doa bersama demi kelancaran serta kesuksesan Muktamar NU yang akan digelar di Jombang pada Agustus mendatang.

Dalam acara ini juga disampaikan keberhasilan MWCNU Gapura membeli sebidang tanah strategis yang nantinya diproyeksikan sebagai kantor baru. Aset yang berlokasi di Dusun Caremmi Desa Gapura Barat (bekas swalayan BG Mart) tersebut diakuisisi dengan nilai Rp 6,1 Miliar. Secara akad perdata, kepemilikan aset ini dinyatakan sudah sah meski proses pelunasan masih berjalan dan skema kelanjutannya akan dimatangkan di Komisi Tanfidziyah.

Sidang Komisi dan Penutup
Memasuki inti acara, forum dinamis ini dibagi menjadi dua seperti biasanya, yakni Komisi I (Bahtsul Masa’il) yang berfokus pada pembahasan hukum keagamaan, dan Komisi II (Tanfidziyah) yang merumuskan langkah taktis organisasi. Kedua komisi merampungkan seluruh agenda pembahasan tepat pada pukul 22.00 WIB, yang kemudian dipungkasi dengan pembacaan salawat Asyghil secara berjamaah sebagai doa tolak bala dan keselamatan umat.

Pewarta : Kholil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *