Dr. KH. Shalahuddin A. Warist Tekankan Peran Lingkungan dan Pesantren dalam Penguatan Ke-Aswajaan
Gapura Tengah, NURA Online – Dalam kegiatan Penguatan Ke-NU-an dan Ke-Aswajaan bagi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) jenjang SD/SDI/MI, SLTP/MTS, dan SLTA/MA, Dr. KH. Shalahuddin A. Warist menegaskan bahwa lingkungan merupakan faktor utama yang membentuk pola pendidikan dan karakter keagamaan di tengah masyarakat. Kegiatan ini diselenggarakan oleh PERGUNU dan LP Ma’arif NU dalam rangka Pra Konferensi MWCNU Gapura pada Selasa (06/01/2026)mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Lantai 2 MWCNU Gapura.
Dalam pemaparannya, ia menyampaikan bahwa pesantren merupakan rahim lahirnya Nahdlatul Ulama (NU). Oleh karena itu, kepentingan NU di tengah masyarakat tidak lain adalah menyampaikan dan mengamalkan nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang di pesantren. Nilai tersebut mencakup sikap tawassuth, tasamuh, tawazun, dan i’tidal dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat
Lebih lanjut, Dr. KH. Shalahuddin A. Warist menjelaskan bahwa pendidikan agama harus disampaikan dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami oleh peserta didik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan guru adalah menanamkan dan membiasakan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam proses pembelajaran. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan kemampuan kognitif peserta didik sehingga mereka lebih mudah memahami penjelasan-penjelasan agama.
Ia mengingatkan agar pendidik tidak menjadikan agama sebagai sesuatu yang menakutkan bagi anak didik. Guru PAI, menurutnya, harus memiliki pemahaman agama yang mendalam agar mampu menyampaikan ajaran Islam secara ramah, bijak, dan sesuai dengan tingkat pemahaman peserta didik.
“Jangan mengajarkan agama yang sulit kepada anak didik. Agama harus dikenalkan dengan cara yang mudah dan menenteramkan,” pesannya.
Melalui penguatan pemahaman ini, Dr. KH. Shalahuddin A. Warist berharap para guru PAI mampu menjadi jembatan yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai keislaman dan ke-Aswajaan secara bijak, humanis, dan kontekstual di lingkungan pendidikan.
Pewarta: Moh. Rusdi
