Sidang Ahwa Tetapkan Rais MWCNU Gapura Masa Khidmat 2026–2031

Gapura – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gapura menggelar Konferensi ke-8 masa khidmat 2026–2031 pada Kamis (5/2/2026) di Pondok Pesantren Queen Ainul Yaqien, Gapura Tengah, Kabupaten Sumenep. Konferensi ke-8 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gapura dilanjutkan dengan Sidang Ahlul Halli wal ‘Aqdi (Ahwa) untuk memilih Rais MWCNU Gapura masa khidmat 2026–2031. Sidang berlangsung khidmat dengan penuh pertimbangan keilmuan, keulamaan, dan kemaslahatan jam’iyyah NU.

Dalam sidang Ahwa tersebut, lima nama kiai diajukan sebagai calon Rais, yaitu:

KH. Hadliri
KH. Moh. Damsid
KH. Basyir
KH. Mursyidul Umam
KH. Sami’oddin

Setelah melalui musyawarah mendalam dan mufakat para anggota Ahwa, sidang akhirnya menetapkan KH. Hadliri Bisri sebagai Rais MWCNU Gapura masa khidmat 2026–2031.

Usai penetapan, KH. Hadliri Bisri menyampaikan sikap tawadhu’ dan tanggung jawab moral atas amanah yang diberikan. Beliau menyatakan kesiapannya untuk mengemban tugas tersebut dengan catatan tetap mendapat bimbingan dan pendampingan dari para anggota Ahwa.

“Saya siap dan bersedia menerima amanah ini selama para masyayikh Ahwa tetap membimbing. Namun jika saya ditinggalkan, saya siap mundur sebelum menjalankan program kerja. Saya tidak ingin sampai menjelekkan NU Gapura,” tegasnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan kehati-hatian, keikhlasan, dan komitmen kuat beliau dalam menjaga marwah Jam’iyyah Nahdlatul Ulama, khususnya di wilayah Gapura.

Sidang Ahwa Konferensi ke-8 MWCNU Gapura ini menjadi momentum penting dalam menjaga tradisi musyawarah ulama serta kesinambungan kepemimpinan NU yang berlandaskan nilai keikhlasan, tanggung jawab, dan khidmah kepada umat.

Dengan terpilihnya Rais baru, diharapkan MWCNU Gapura ke depan semakin solid dalam menjalankan peran keagamaan, sosial, dan kemasyarakatan, serta mampu memperkuat khidmah NU di tengah umat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *