KPNU Gapura; Gelar Haul Gus Dur Ke-13

Gapura, Nura Online – Kader Penggerak Nahdlatul Ulama Gapura, Lesbumi dan Gus Durian Sumenep menggelar haul Gus Dur yang ke-13 bertempat di Aula Aswaja Lantai 2 Kantor MWCNU Gapura, Sabtu 31 Desember 2022.

Haul Gus Dur yang ke-13 ini diisi dengan diskusi. Tema yang diangkat adalah Mengambil Ibrah dari Sosok Gus Dur. Bertindak sebagai narasumber Gus Khalqi Kr Wakil Ketua MWCNU Gapura, Ach. Zainullah Koordinator Gusdurian Sumenep dan KA. Dardiri Zubairi Budayawan Sumenep.

Dalam diskusi yang berlangsung kurang lebih dua jam itu banyak mengisahkan sosok guru bangsa yang visi hidupnya antara lain adalah keislaman, kemanusiaan dan pluralisme.

Gus Khalqi mengugkapkan bahwa Gus Dur adalah sosok yang merawat silaturrahmi dan silatur arwah, beliau tidak hanya rajin silaturrahmi dengan orang-orang yang hidup melainkan juga beliau bersilaturrahmi dengan para sesepuh, para auliya’ yang sudah meninggal.

“Saya menyaksikan sendiri bahwa Gus Dur saat ziarah di Asta tinggi beliau berbicara langsung dengan Bindara Saod.” paparnya.

Lebih lanjut beliau memaparkan bahwa Asta Panaungan sebelum diketahui banyak orang, Gus Durlah pertama kali yang memberitahu bahwa di tempat itu ada 12 orang ulama yang sedang menunggunya.

Sementara itu, Mas Zen sebagai narasumber kedua yang memaparkan tentang visi misi Gusdurian, beliau mengatakan bahwa Gusdurian bukan organisasi yang paling tahu tentang sosok Gus Dur melainkan sekumpulan anak muda yang ingin merawat dan meneladani nilai-nilai yang diperjuangkan oleh Gus Dur.

“Kami di Gusdurian Sumenep bukan orang yang paling tahu, paling atau paling cinta kepada Gus Dur, melainkan kami sekumpulan anak muda yang mencintai Gus Dur”. Ungkapnya.

Kesempatan terakhir diberikan kepada KA. Dardiri Zubairi, beliau banyak menjelaskan tentang sosok Gus Dur, walaupun Gus Dur belajar di berbagai negara tetapi Gus Dur tetap menjadi dirinya sendiri sebagai seorang santri. Sehingga kemudian Gus Dur dengan nilai-nilai kesantriannya bisa mengenalkan budaya pesantren kepada dunia luar, sehingga pesantren yang awalnya dikerdilkan oleh rezim orde baru pada akhirnya sistem pendidikan pesantren menjadi sistem pendidikan yang tetap survive.

Hadir dalam acara ini Ketua MWCNU beserta jajarannya, IPNU/IPPNU, Ansor dan kader Penggerak NU Gapura.

 

Pewarta : Aribuddin
Editor : Ulil Abshar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *