Gapura, Nura Online – KHR. Azaim Ibrahimy menegaskan bahwa ber-NU tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas organisasi, tetapi juga sebagai jalan spiritual (thariqah). Hal ini disampaikan dalam Mujahadah Kubro, Ijazah Aqoid Saeket dan Bai’at Pengurus Terpilih MWCNU dan PRNU Gapura di Graha Nuansa BMT NU (7/4/2026).
Dalam tausiyahnya, beliau menjelaskan bahwa khidmah di NU harus dibangun di atas tiga bentuk syukur. Pertama, syukur bil lisan, yaitu diwujudkan melalui ikrar dan komitmen untuk berkhidmah di NU. Kedua, syukur bil qalbi, yakni menjadikan NU sebagai jalan (thariqah) dalam kehidupan. Ketiga, syukur bil jawarih, yaitu dengan keterlibatan aktif dan nyata dalam setiap kegiatan ke-NU-an.
Ketiga bentuk syukur tersebut, menurut beliau, tidak boleh dipisahkan, melainkan harus menjadi satu kesatuan sistem dalam menjalankan aktivitas ke-NU-an, sehingga khidmah tidak hanya bersifat formal, tetapi juga memiliki nilai pengabdian yang utuh.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa memahami NU sebagai thariqah akan menguatkan kesungguhan dalam berkhidmah. Selain itu, NU juga memiliki peran penting yang harus dimaksimalkan dalam menciptakan keharmonisan, termasuk dalam konteks geopolitik internasional.
Pewarta: Kholil
