Ribuan Warga Nahdliyyin Hadiri Mujahadah Kubro, Bai’at Pengurus dan Ijazah Aqaid Saeket

Gapura, Nura Online – Lautan warga Nahdliyyin memadati Graha NUansa, Selasa (07/04/2026), dalam gelaran Mujahadah Kubro yang diselenggarakan MWCNU Gapura. Kegiatan ini tidak sekadar rutinitas keagamaan, tetapi menjadi momentum penting bai’at pengurus sekaligus ijazah Aqaid Saeket yang sarat makna spiritual dan penguatan khidmah.

Acara diawali dengan pembacaan Surah Yasin oleh Wakil Rais MWCNU Gapura, KH. Rahwan Basyir, dilanjutkan lagu Indonesia Raya dan Mars Syubbanul Wathan. Suasana semakin khidmat saat shalawat qiyam oleh PAC ISHARI Gapura menggema, mengiringi kekhusyukan ribuan jamaah yang hadir.

Ketua Terpilih MWCNU Gapura, Drs. KH. Moh. Alwi, dalam sambutannya menegaskan bahwa bai’at bukan sekadar seremoni, melainkan ikatan moral dan spiritual yang melampaui pelantikan formal.

“Bai’at lebih tinggi dari pelantikan. Bukan berarti tidak dilantik lalu tidak bekerja. Walaupun SK belum turun, kita tetap wajib bekerja untuk NU dan warga Nahdliyyin,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan arah pengabdian para pengurus agar tetap lurus dalam niat dan kebersamaan.

“Jangan merasa kita dibutuhkan oleh NU, tetapi sebenarnya kita yang membutuhkan NU,” pungkasnya.

Senada dengan itu, Ketua Terpilih PCNU Sumenep, KH. MD. Widadi Rahim, menekankan bahwa keabsahan menjadi pengurus NU tidak berhenti pada administrasi, melainkan pada kesungguhan dalam berkhidmah.

“SK hanyalah formalitas. Hakikat menjadi pengurus NU adalah pengabdian—khidmah lil ummah dan khidmah lin Nahdliyyin,” ujarnya.

Ia berharap semangat khidmah tersebut menjadi jalan untuk mendapat pengakuan sebagai santri Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari.

Selain itu, kegiatan ini juga ditandai dengan launching buku “3 Formulasi Keuangan: Cara Keluar dari Kemiskinan Permanen” terbitan LPNU MWCNU Gapura sebagai kontribusi nyata dalam menjawab persoalan ekonomi umat.

Puncak acara berlangsung pada prosesi bai’at pengurus MWCNU Gapura serta Ketua dan Rais Syuriah PRNU se-Kecamatan Gapura, yang kemudian dilanjutkan dengan tausiyah oleh KH. R. Ahmad Azaim Ibrahimy.

Dalam tausiyahnya, pengasuh ponpes Salafiyah Syafi’iyyah Sukorejo ini menegaskan bahwa bai’at merupakan bagian dari tartib Ilahi yang memiliki dimensi spiritual jauh lebih dalam dibanding pelantikan formal.

“Ini tartib Ilahi. Tongkat dan tasbih bukan sekadar pelantikan, tetapi pembaiatan yang nilainya jauh lebih tinggi,” ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan doa, mengiringi harapan agar seluruh pengurus yang telah dibai’at mampu mengemban amanah dengan keikhlasan, istiqamah, dan dedikasi penuh dalam berkhidmah kepada Nahdlatul Ulama dan umat.

Pewarta : Kholil
Editor : Ulil Abshar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *